Gelombang Panas Melanda, Ratusan Jamaah Dilaporkan Meninggal karena Suhu Ekstrem

Selama musim haji 2024, suhu ekstrem hingga 51,8°C di Masjidil Haram menyebabkan lebih dari 1.300 kematian akibat heatstroke. Ribuan jamaah mengalami kelelahan panas, memicu langkah tanggap Saudi dengan penambahan fasilitas pendingin, air minum, area teduh, dan pemantauan drone. Insiden ini menegaskan pentingnya kesiapan fisik dan perlindungan dari panas. Jamaah disarankan beraktivitas di jam sejuk, memakai pelindung panas, minum cukup air, dan menghindari kegiatan berat saat suhu puncak.

Selama musim haji tahun 2024, Arab Saudi menghadapi gelombang panas ekstrem — suhu mencapai 51,8 °C di Masjidil Haram, Mecca — yang menyebabkan setidaknya 1.301 kematian akibat heatstroke dan kondisi terkait panas lainnya. Wikipedia+2Reuters+2
Pada satu hari puncak, lebih dari 2.700 kasus kelelahan akibat panas (heat exhaustion) dilaporkan di antara jamaah. Le Monde.fr+2Wikipedia+2
Otoritas Saudi menanggapi kondisi ini dengan meningkatkan fasilitas pendingin, menambahkan titik air minum, memperluas area teduh, dan menggunakan teknologi seperti drone untuk pemantauan massa. Financial Times+2TIME+2
Meski banyak tindakan mitigasi dilakukan, insiden ini menjadi pengingat keras bahwa kesiapan fisik dan perlindungan terhadap panas adalah aspek vital yang tak boleh diabaikan oleh calon jamaah.

Nasihat untuk calon rombongan: Atur jadwal kunjungan di jam yang lebih sejuk, bawa perlengkapan pelindung panas (topi, payung, pakaian ringan), konsumsi air secara berkala, dan hindari aktivitas berat saat suhu puncak.

Baca juga

Luangkan waktu anda cukup untuk membaca artikel dan berita yang kami sajikan, untuk menambah wawasan dan referensi sebelum kunjungan wisata

LEGITIMASI

Menu Login ini khusus untuk member dan admni yang terdaftar pada Pusat Riyal.

Jika anda adalah user terdaftar, silakan memasukkan Kredensial anda